Skip to main content

Upaya Pencegahan Covid-19 di Indonesia

 

UPAYA PENCEGAHAN COVID-19 DI INDONESIA



Pada 11 Maret 2020, Badan Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan status virus covid-19 menjadi pandemi global. Menurut World Health Organization (WHO), virus ini menyebabkan penyakit mulai dari flu ringan hingga infeksi pernapasan yang lebih parah seperti MERS-CoV dan SARS-CoV. Berdasarkan konferensi pers Presiden Joko Widodo di Istana Bogor pada 15 Maret 2020, Upaya memutus mata rantai virus Covid-19 dengan WFH (Work From Home) kerja dari rumah, belajar dari rumah dan ibadah di rumah selain itu pemerintah memberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat seperti Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali, PPKM Mikro, Penebalan PPKM Mikro, PPKM Darurat, PPKM Level 4.

Persebaran virus Covid-19 yang begitu cepat hingga saat ini angka kasus Covid-19 di Indonesia terus bertambah perharinya. Berdasarkan data WHO (World Health Organization) kasus Covid-19 Indonesia pada 30 Agustus 2021 tercatat Positif 4.079.267, Sembuh 3.743.716 dan Meninggal 132.491. Menurut jendral World Health Organization, Tedros Adhanom Ghebreyesus, sebagian besar peningkatan tersebut didorong oleh varian Delta yang sangat mudah menular yang kini telah terdeteksi di setidaknya 132 negara. WHO telah memperingatkan, virus corona telah berubah sejak pertama kali dilaporkan, dan terus berubah. Sejauh ini, empat variant of concern (VoC) telah muncul dan akan lebih banyak lagi selama virus terus menyebar.

Lantas kapankah Pandemi Covid-19 ini akan berakhir? Menurut Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, pandemi akan berakhir ketika dunia memilih untuk mengakhirinya, ada dalam gengaman tangan kita. Kita memiliki semua alat yang kita butuhkan (untuk mengakhiri pandemi): kita bisa mencegah penyakit ini, kita bisa mengujinya, dan kita bisa mengobatinya.

Virus Covid-19 menular melalui droplets atau tetesan cairan yang berasal dari batuk dan bersin, kontak pribadi seperti menyentuh dan berjabat tangan, menyentuh benda atau permukaan yang terdapat virus kemudian menyentuh mulut, hidung, atau mata sebelum mencuci tangan. Berdasarkan anjuran dari Kementrian Kesehatan RI, Ada 6 cara penting dalam mencegah penularan Covid-19 antara lain:

  1. Sering mencuci tangan pakai sabun
  2. Bekerja, belajar, beribadah di rumah
  3. Jaga jarak dan hindari kerumunan
  4. Tidak berjabat tangan
  5. Pakai masker bila sakit dan berada di tempat umum
  6. Vaksinasi Covid-19

Di samping itu masyarakat perlu meningkatkan imunitas tubuh dengan mengonsumsi gizi seimbang, tidak merokok, minum suplemen vitamin, berolahraga, istirahat cukup, dan mengendalikan penyakit penyerta (komorbid) seperti diabetes, hipertensi atau darah tinggi, dan kanker. Juga menerapkan etika batuk agar tidak menulari orang lain. Etika tersebut dilakukan dengan menggunakan masker bagi orang sakit, tutup mulut dan hidung dengan lengan atas bagian dalam, gunakan tisu dan buang di tempat sampah tertutup, dan segara mencuci tangan pakai sabun dengan air yang mengalir.

 

Referensi:

httpps://covid19.go.id

http://sinta.ristekbrin.go.id

https://sehatnegriku.kemenkes.go.id

Comments