Skip to main content

HIDUP DAMAI TANPA KANKER



Oleh : Arnedya Nimas Kharisma

Kanke rmerupakan suatu momok yang menakutkan bagi setiap orang. Keberadaannya acapkali membuat sebagian orang yang mengalaminya akan merasa hidupnya akan segera usai. Bagaimana tidak, sampai saat ini, kanker telah berhasil membunuh sebagian besar orang yang mengalaminya. Kanker sendiri merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh sel jaringan yang ada di tubuh manusia yang abnormal dan tidak terkontrol, sehingga keberadaannya dapat mengganggu maupun menyerang sel jaringan tubuh lainnya.

Menurut World Health Organization (WHO) setiap tahun peringkat penyakit kanker sebagai penyebab kematian semakin mengkhawatirkan. Di Indonesia sendiri dalam kurun waktu lima tahun belakang, prevalensi penyakit kanker terus mengalami peningkatan. Hal ini berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, bahwasanya prevalensi kanker di Indonesia mencapai 1.79 per 1000 penduduk. Kondisi ini tentunya meningkat dibandingkan dengan data Riskesdas tahun 2013, dengan prevalensi penyakit kanker sebesar 1.4 per 1000 penduduk. berdasarkan data Riskesdas tahun 2018, Yogyakarta menempati urutan pertama dengan prevalensi penyakit kanker tertinggi, dimana prevalensinya sebesar 4.86 per 1000 penduduk. 
Kemudian, urutan kedua ditempati oleh Provinsi Sumatera Barat dengan prevalensi 2.47 per 1000 penduduk, dan Gorontalo sebesar 2.44 per 1000 penduduk, sebagai peringkat ketiga dengan prevalensi. 

Seiring dengan semakin meningkatnya prevalensi kanker di Indonesia, perlu adanya upaya masif yang dilakukan oleh seluruh komponen masyarakat, baik itu dari pemerintah maupun dari masyarakat itu sendiri, dalam rangka pencegahan dan pengendalian kanker yang ada di Indonesia agar tidak semakin meningkat setiap tahunnya. Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat global akan ancaman penyakit kanker, setiap tanggal 4 Februari, diperingati sebagai “Hari Kanker Sedunia”. Tahun ini merupakan peringatan ke-20 “Hari Kanker Sedunia” yang diinisiasi oleh Union for International Cancer Control (UICC) sejak tahun 2000. Tema yang diusung dalam memperingati “Hari Kanker Sedunia” pada tahun ini adalah “I Am and I Will”. Tema ini dimaksudkan agar sekecil apapun hal yang dilakukan, setiap orang memiliki peranan yang penting dalam upaya mencegah kanker.

Pada dasarnya, setiap orang mempunyai faktor risiko untuk mengalami kanker. Namun, keberadaannya tentunya dapat dicegah dengan menghindari berbagai hal yang dapat memicu perkembangan kanker dalam tubuh seseorang. Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah penyakit kanker, diantaranya adalah dengan menghindari merokok, atau terkena paparan asap rokok. 
Mengapa hal ini menjadi penting? Rokok merupakan salah satu faktor risiko seseorang untuk mengalami kanker paru-paru, dimana di Indonesia kanker paru-paru merupakan penyebab tertinggi kematian pada laki-laki yang disebabkan oleh kanker, dengan prevalensi 19,4 per 100.000 penduduk, dengan prevalensi kematian sebesar 10,9 per 100.000 penduduk. Selain menghindari rokok, upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya penyakit kanker adalah dengan memeriksa risiko kanker karena keturunan. Hal ini disebabkan, kanker yang bersemayam di tubuh seseorang, barangkali memang berasal dari faktor keturunan. Pencegahan ini dapat dilakukan dengan menanyakan atau mengetahui riwayat anggota keluarga, apakah ada yang mengalami penyakit kanker atau tidak. Setalah mengetahui ada atau tidaknya risiko keturunan penyakit kanker, hendaknya kita juga perlu untuk mengurangi makanan yang di bakar atau di asap. Hal ini dikarenakan biasanya makanan yang di bakar atau di asap bersifat karsiogenik, dimana hal ini dapat meningkatkan fakor risiko seseorang untuk menderita penyakit kanker. Menjauhi alkohol dan makanan yang berlemak juga merupakan upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah munculnya kanker dalam tubuh. Makan makanan yang mengandung antioksidan dan kaya akan serat serta rutin mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin A, C, dan E, sebaiknya perlu ditingkatkan mulai hari ini, untuk mengurangi faktor risiko kanker. Selain itu rutin berolahraga juga merupakan kebiasaan baik yang perlu ditingkatkan untuk menangkis kanker dalam tubuh. Hal ini disebabkan, semakin meningkatnya prevalensi kanker di dunia khususnya di Indonesia disinyalir diakibatkan oleh pergesaran pola hidup masyatakat yang melulu ingin instan dan kurang aktifitas fisik, serta banyaknya timbunan dalam tubuh oleh makanan-makanan sampah.

Mengingat ganasnya perkembangan kanker ini, diharapkan bagi seluruh lapisan masyarakat, mulai hari ini, dapat melakukan perubahan pola hidup yang lebih sehat agar terhindar dari penyakit ganas seperti kanker, sehingga dapat mengurangi angka morbiditas dan mortalitas di Indonesia yang disebabkan oleh kanker. Sedangkan, bagi masyarakat yang saat ini sedang berjuang melawan ganasnya kanker, semoga tetap kuat dan semangat menjalani hidup. Sebab, segala sesuatu di bumi dan langit telah di atur oleh-Nya. Semoga kita bisa saling menjaga dan menyemangati dalam melawan ganasnya kanker, melalui hal-hal kecil yang nantinya dapat berdampak besar, baik bagi diri sendiri, maupun orang banyak.Keep healthy
and stay safe. 

Sumber : Indonesia. 2018. Riset Kesehatan Dasar Tahun 2018. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta
https://m.cnnindonesia.com

Comments